Wawancara merupakan salah satu proses penting dalam penerimaan kerja setelah melamar kerja. Dalam wawancara, Anda akan bertemu pihak perwakilan perusahaan yang akan menilai apakah Anda layak atau tidak untuk diterima kerja di perusahaan mereka.

Saat wawancara, calon pekerja akan dinilai dari berbagai sisi, mulai dari penampilan, gaya bicara, dan lain sebagainya. Tidak sedikit, kesalahan yang dilakukan para pencari kerja pada sesi wawancara membuat mereka gagal mendapatkan pekerjaan impian. Apa saja kesalahan wawancara kerja yang dilakukan?

Berikut Kesalahan yang Sering Terjadi saat Wawancara Kerja

1. Cemas

Cemas merupakan hal yang wajar saat menghadapi sesi wawancara. Namun, kecemasan yang berlebihan dapat membuat Anda kehilangan fokus dan kepercayaan diri. Kecemasan yang berlebih juga dapat terbaca oleh pewawancara karena mereka sudah berpengalaman. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mempersiapkan diri dengan baik sebelum wawancara agar kecemasan Anda dapat berkurang.

2. Lupa Tidak Menonaktifkan Gadget

Lupa menonaktifkan gadget merupakan salah satu kesalahan wawancara kerja yang cukup sering dilakukan oleh generasi zaman sekarang. Keterikatan terhadap gadget dalam aktivitas sehari-hari, terkadang membuat mereka lupa untuk mematikan gawai mereka saat wawancara.

Bisa dibayangkan, jika di tengah sesi wawancara tiba-tiba gawai Anda berdering keras, tentu sangat mengganggu bukan? Jadi, pastikan gawai Anda dalam posisi non aktif atau silent saat memasuki ruang wawancara. Pastikan juga untuk tidak mengangkat telepon atau membalas chat saat Anda sedang diwawancarai karena hal tersebut kurang sopan.

3. Telat

Telat atau datang tidak tepat waktu merupakan kesalahan wawancara kerja yang seringkali tidak bisa ditoleransi oleh si pewawancara. Telat datang saat sesi wawancara menunjukkan bahwa kedisiplinan si pelamar kerja tidaklah bagus. Hal ini tentu menurunkan nilai jual si pelamar di depan pewawancara, bahkan bisa membuatnya dicoret dari daftar calon karyawan yang potensial.

4. Meminta Gaji Terlalu Tinggi

Meskipun memiliki IPK tinggi atau berasal dari perguruan tinggi favorit, tidak serta merta membuat pelamar kerja patut meminta gaji terlalu tinggi. Sebagai pelamar kerja, Anda perlu menyesuaikan dengan kebijakan gaji yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mencari tahu terlebih dulu sebelum sesi wawancara mengenai besaran gaji yang berlaku di perusahaan yang Anda tuju, agar saat pertanyaan soal gaji ini dilontarkan Anda tidak kebingungan menjawab atau meminta gaji di luar kemampuan perusahaan.

5. Kurang Mengenali Perusahaan

Dalam sesi wawancara kerja, seringkali ditanyakan mengenai visi misi perusahaan atau sekilas info mengenai perusahaan yang dituju. Usahakan Anda mempelajari seluk beluk tentang perusahaan yang dituju, agar Anda dapat memberikan jawaban yang tepat dan meyakinkan saat pertanyaan ini dilontarkan.

6. Terlalu Percaya Diri

Percaya diri merupakan hal yang bagus, namun jangan berlebihan. Percaya diri yang terlalu tinggi sering kali disalahartikan sebagai bentuk kesombongan oleh si pewawancara. Jadi, usahakan mengontrol diri dengan baik agar kepercayaan diri Anda dapat menunjang performa Anda, bukan sebaliknya.

7. Jawaban Tidak Relevan

Saat diwawancarai, berikan jawaban yang relevan. Jawaban yang tidak relevan dapat membuat pewawancara menilai Anda kurang pintar atau tidak fokus dalam menjalani sesi wawancara.

8. Terlalu Banyak Bertanya

Terkadang, Anda akan dipersilakan untuk bertanya dalam sesi wawancara. Usahakan tidak terlalu banyak bertanya agar Anda tidak terjebak dalam kesan kurang pintar atau kurang informasi.

9. Salah Kostum

Meskipun Anda dipersilakan menggunakan pakaian yang nyaman, usahakan menggunakan pakaian yang lazim untuk menghadiri sesi wawancara. Jangan pernah menggunakan celana jeans, rok tutu, kaos oblong, atau atasan terbuka dalam sesi wawancara kerja.

10. Berbohong

Bebohong merupakan kesalahan wawancara kerja yang cukup fatal. Jika pelamar kerja ketahuan berbohong, bisa jadi dia akan langsung dicoret dari daftar calon karyawan.

11. Kurang Kontak Mata

Kurang kontak mata saat wawancara menunjukkan bahwa pelamar kerja kurang memiliki rasa percaya diri. Hal ini tentu sangat mempengaruhi kesan yang didapat oleh pewawancara.

Nah itu hal-hal yang sering para pelamar kerja lupakan saat melakukan wawancara kerja, semoga artikel ini bermanfaat.